Penyakit Migrain dan Pengobatannya

Saturday, January 9th, 2016 - Kesehatan
Advertisement

Penyakit Migrain dan Pengobatannya – Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani, Hemikrania, yang berarti “Separo Kepala”, seperti yang selama ini dikenal awam, migrain memang sering muncul di satu sisi kepala saja (Unilateral). Migrain bisa terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Berdasarkan data NEJM (2002) dan IHS (2004), 15 – 20 % wanita dan 10 – 15 % pria di dunia menderita migrain, dengan perbandingan wanita : pria adalah 2 : 1, sedangkan pada anak – anak, migrain memiliki ratio perbandingan yang sama antara anak laki-laki dengan anak perempuan, namun saat memasuki usia pubertas, resiko terjadinya migrain lebih mengarah pada anak perempuan. Kebanyakan masyarakat hanya mengenal migrain sebagai “rasa nyeri yang menyerang separuh kepala dan timbul secara mendadak” saja, padahal menurut Headache Classification Committee dari International Headache Society, migrain bisadibagi menjadi 3 tipe: (1) migrain biasa yang tidak diawali dengan adanya aura; (2) migrain klasik yang timbulnya didahului dengan aura, dan yang terakhir adalah migrain yang tidak termasuk ke dalam 2 tipe migrain sebelumnya, seperti sakit kepala yang dijika kan oleh karena adanya gangguan pada mata. Serangan migrain juga tidak timbul secara mendadak, selalu ada faktor pencetusnya. Menurut The National Headache Foundation (NHF), faktor pencetus timbulnya migrain bisa berupa; faktor yang berhubungan dengan perubahan siklus harian, seperti telat makan, terlalu banyak tidur, begadang, dan siklus menstruasi. Faktor lainnya adalah faktor yang berhubungan dengan lingkungan dan diet, seperti cuaca, rokok, alkoholik, atau penggunaan obat-obat tertentu yang menyebabkan munculnya serangan migrain seperti kokain. Dan yang terakhir adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi psikologi atau keadaan mental seseorang. Faktor pemicu inilah yang harus segera dikenali oleh masing-masing individu agar serangan migrain bisadicegah atau diantisipasi. Selain faktor pencetus, pada migrain klasik biasanya serangan migrain diawali dengan prodrome, yaitu gejala-gejala yang samar pada pagi hari waktu bangun tidur atau pada setiap saat di siang hari (Asdie dan Dahlan, 2001) berupa depresi, lesu atau perasaan menginginkan makanan tertentu (seperti orang menyidam) dan bahkan ada pula yang justru membenci makanan tertentu. Prodrome ini akan berlangsung selama 15-20 menit yang berlanjut menjadi sebuah aura, yaitu signal sebelum terjadinya serangan sakit kepala, biasanya berupa kesulitan konsentrasi, terjadi gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang atau garis-garis silang. Aura akan terjadi selama 15-30 menit. Satu hal yang terpenting adalah bahwa pada masing-masing individu gejala yang timbul mungkin hanya satu atau lebih dan bisa timbul dalam berbagai macam kombinasi pada setiap serangan migrain.

migrain

Sebagian besar dari mereka yang mengalami serangan migrain biasanya tidak bisa berbuat banyak ketika rasa nyeri itu kembali datang selain mencoba untuk tidur atau sekedar minum obat anti sakit kepala atau antimigrain saja. Serangan migrain membutuhkan penanganan yang tidak hanya mampu meredakan nyeri sesaat saja jikalau  yang terpenting adalah bagaimana mengurangi frekuensi dan durasi serangannya. Hingga  seseorang yang menderita migrain tidak pelu berkali-kali merasakan serangan migrain yang maha hebat, yang sudah tentu akan sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas hidupnya. Mencegah migrain, mungkinkah? Hal tersebut sangat mungkin terjadi selain dengan mengenali faktor pencetusnya, juga dengan menggunakan suatu obat-obatan yang mampu mengurangi frekuensi serangan migrain. Terapi demikian dikenal juga sebagai terapi preventif. Terapi ini terutamanya ditujukan bagi mereka yang menderita :

  • Serangan migrain lebih dari 2 kali dalam satu minggu
  • Durasi serangannya lebih dari 48 jam
  • Nyeri yang dirasakan sangat ekstrim
  • Serangannya disertai dengan aura yang berkepanjangan
  • Atau bagi mereka yang di kontraindikasikan terhadap obat-obat yang digunakan untuk serangan migrain akut.

Cara mengobati Migrain

Mengapa terapi preventif semacam ini diperlukan ? Karena pencegahan migrain untuk jangka panjang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi frekuensi, keparahan, dan durasi serangan migrain dan faktanya, 80% penderita migrain memang membutuhkan terapi preventif ini bagi migrainnya (Anonim, 2007). Selain itu, terapi ini juga mampu meningkatkan fungsi dan mengurangi ketidakmampuan penderita. Propranolol adalah salah satu obat yang digunakan dalam terapi preventif migrain ini. Obat yang termasuk dalam golongan beta blocker ini dilaporkan bisamencegah timbulnya serangan migrain karena mempunyai efek mencegah vasodilatasi kranial (Dipiro, et all, 2000; Asdie dan Dahlan, 2001). Obat yang telah mendapatkan persetujuan FDA (semacam Balai POM di Amerika) sebagai “Gold Standard” bagi preventif migrain ini (Anonim, 2000; Dipiro, et all, 2000), juga sangat disarankan bagi mereka yang mempunyai penyakit hipertensi dan ansietas disamping penyakit migrainnya. Karena, selain sebagai vasokonstriktor, propranolol juga memiliki aksi ansiolitik dan mampu menurunkan aktivitas simpatetik.

Mengapa Propranolol ? Beberapa obat seperti pindolol, praktolol, dan aprenolol meskipun masih satu keluarga dengan propranolol, yaitu beta-blocker, namun obat-obat tersebut tidak memiliki efek terapeutik untuk migrain, hingga  tidak bisa digunakan untuk terapi preventif migrain. Sedangkan obat lainnya seperti Flunarizine dari golongan calcium channel blockers, bisa juga digunakan sebagai preventif migrain namun propranolol lah yang paling sering digunakan.

Pada propranolol, sediaan dalam bentuk tablet sustained-release/tablet lepas-lambat, sangat disarankan oleh FDA. Karena, dengan sediaan tablet seperti ini, propranolol memiliki konsentrasi yang stabil dalam waktu 24 jam, hingga  tidak perlu repot untuk sering-sering minum obat ini setiap beberapa jam sekali, dan hal ini tentu akan meningkatkan kepatuhan seseorang dalam terapinya (Anonim, 2007). Dengan dosis awal atau dosis pada waktu pertama kali pemakaian yaitu sebesar 40 mg untuk satu kali pemakaian, dan maksimum dosis yang boleh dikonsumsi saat pertama kali adalah sebesar 240 mg untuk satu harinya. Sedangkan untuk dosis hari berikutnya adalah dimulai dari 40 mg, dan maksimum 320 mg dalam satu hari dengan 2-3 kali minum (Anonim, 2000; Dipiro, 2000). Namun demikian, meskipun obat ini digunakan untuk pencegahan jangka panjang , jikalau  sebenarnya terapi jangka panjang bukanlah sesuatu yang diharapkan maka terapi ini harus diulang setiap 6 bulan sekali. Sayangnya, obat ini tidak bisa digunakan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asma dan penyakit paru jika  obat ini di kontraindikasikan terhadap kondisi tersebut. Berhati-hati pula bagi wanita hamil dan menyusui atau mereka yang memiliki penyakit hati dan gangguan ginjal bila menggunakan obat ini, karena ada peringatan tertentu bagi kondisi – kondisi khusus di atas. Hal lain yang perlu dicermati adalah efek samping dari obat ini, karena kita tentu tidak ingin mendapatkan penyakit baru setelah meminum obat ini sebagai akibat dari efek sampingnya. Efek samping yang bisa ditimbulkan dari propranolol ini adalah gagal jantung, bronkospasme, gangguan tidur, gangguan saluran cerna, fatigue, atau bradikardi , yaitu suatu kondisi dimana denyut jantung kita berada di bawah 60 denyutan/menit Obat ini bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dengan nama dagang Propranolol (generik), Farmadral (Pratapa Nirmala), Propadex (Dexa Medica), ada juga Liblok (Holi) atau Inderal (Astra Zeneca). Masyarakat bisa memilih obat-obat tersebut yang sesuai dengan kondisi finansialnya, mau yang generik atau yang bermerk, terserah saja jika  meskipun dengan efek yang sama, harga dari masing-masing obat tersebut bisa sangat berbeda. Disarankan setiap penderita migrain untuk tidak segan-segan berkonsultasi dengan dokter atau provider kesehatan lainnya, seperti apoteker. Hal ini akan sangat membantu penderita migrain dalam menentukan jenis obat seperti apa yang tepat untuk migrainnya. Jika  diagnosis yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi.[cc]

Advertisement
Penyakit Migrain dan Pengobatannya | admin | 4.5
Leave a Reply